Tidakkah perang telah membuat kita mengeras
Hati membeku
Dan tak akan lagi bisa mencair
Kecuali terik matahari yang seinci membakar segala beku jadi debu
Ya debu, debu
Darah-darah adalah dekor bagi Palestina
Irak, Lebanon, Afghan, dan kelak seluruh bumi ini akan ditutupi darah
Nanah adalah jus apel paska pertempuran
Bau bangkai bercampur dengan bau dedaunan kering
Menjadi aroma terapi kita-kita
Pekikan serdadu bersimfoni dengan dentuman mortir
Archive for September 2006
UNTUK PARA TENTARA, DIBALIK TENTARA, DIBALIKNYA DIBALIK TENTARA DIBALIKNYA DARI DIBALIKNYA DIBALIK TENTARA, DAN SETERUSNYA
In Puisi on September 30, 2006 at 10:41 amMenkeu Sri Mulyani Tukang Dongeng !
In Esei on September 20, 2006 at 7:39 pmAku tak terkejut baca koran hari itu. Apalagi korannya Jawa Pos. Headline-nya tentang kritik Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Dana Moneter Internasional (IMF). Katanya, IMF itu tukang ceramah. Aku tak bertepuk tangan atas pernyataan yang basi itu. Aku cuma mau bilang: Menkeu Sri Mulyani itu tukang dongeng ! Kenapa Sri Mulyani pantas disebut sebagai tukang dongeng? Akan aku jelaskan di bawah ini.
perang itu dekat dengan kita
In Puisi on September 13, 2006 at 2:17 pm(cend)awan gelap bergulung gulung itu
dan abu men(gh)embus kabut debu debu itu
dan paras senja(ta) hitam buas itu
dan s(ep)atu serdadu menginjak banyak ibu ibu itu
dan kanak kanak tersudut (ke)sen(y)apan itu
jadi saksi mati k(egel)isah(an) kita
MAUT
In Puisi on September 13, 2006 at 2:01 pmmaut adalah
dedaunan kering yang jatuh
meliuk-liuk diterpa angin sejuk
maut seperti mereka yang melambaikan tangan didalam kereta
dalam senyum kepuasan
berpulang ke-Jakarta
maut adalah air yang tertumpah
kedalam kerongkongan putih
wanita kurdish yang cantik
Bayangkan : Tak Ada Jhon Lennon
In Puisi on September 12, 2006 at 11:07 pmBayangkan
hanya ada surga
Bayangkan
hanya ada neraka
Bayangkan
hanya ada agama
Bayangkan
hanya ada negara
Bayangkan
bila perang dimana-mana
Bayangkan
bila John Lennon memanggul senjata
Kau bisa bilang aku bercanda
Tapi aku bukan satu-satunya
REALITA SIMULARCUM
In Puisi on September 12, 2006 at 11:04 pmJika aku katakan hal itu
Ia akan menjadi apatis
Jika kau yang katakan
Ia akan menjadi intropektif
Jika aku yang mengatakan ini
Hal itu menjadi lupa diri
Namun, jika kau yang mengatakan
Hal tersebut menjadi optimis
Jika aku yang mengerjakan hal tesebut
Ia akan bernama subversif
Rebel
In Esei on September 12, 2006 at 10:59 pmBanyak orang bilang kalau sekarang musim kemarau, tapi anehnya terkadang hujan turun deras-derasnya. Seperti musim penghujan saja. Lalu orang banyak bilang kalau itu anomali. Memang anomali, kalau di musim kemarau bisa banjir di suatu kampung di suatu kota di sebuah negara dunia ketiga di Asia Tenggara diantara dua benua dan dua samudera ini.