Pelajaran filsafat bisa hadir kapan saja, oleh siapa saja dan dimana saja. Contohnya kisah yang aku alami ini. Kejadiannya di rumah kawanku, di jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya. Pagi itu, Mario (nama sebenarnya) memanggil aku dan Erwin (nama sebenarnya juga) dengan sedikit berteriak: ” rek, sini cepetan liatin tu “. Kami pun terburu-buru mendatanginya. Mario sudah berdiri di depan pintu sebuah kamar, tepatnya di sebelah dapur. Tangannya menunjuk ke arah kasur. Dan dengan sedikit berteriak dan sedikit dramatis dia bilang gini : “itu rek, ono BH merah. Punya sopo iku ? “. Erwin, yang sedang memasak air untuk membuat kopi, mengaku tak tahu apa-apa. Aku terkejut, dan mengatakan kepada mereka bahwa kemarin aku dan seorang kawan membersihkan kamar itu dan tak menemukan BH merah. Kesimpulan kami sama: BH merah itu tiba-tiba ada disana dan kami perlu membicarakannya dengan serius dan seksama.
Archive for Oktober 2006
Jaringan
In Esei on Oktober 9, 2006 at 3:31 pmDasar dari kehidupan ini adalah hubungan. Keterpisahan kita di-ibaratkan sebagai bagian-bagian atom dari satu senyawa, dimana, arah perubahan dari pergerakan kita tentu juga akan mengubah sifat dan kualitas dari senyawa tersebut. Dan dalam hal ini kita bisa mengambil satu kesimpulan, dimana setiap prilaku yang kita tampilkan dan setiap aksi yang kita perbuat, akan mengakibatkan suatu reaksi dan perubahan kepada lingkungan diluar kita. Dengan kata lain, setiap perbuatan manusia akan ada konsekuensi yang menyusul dikedepannya, dalam dimensi parsialnya (dalam lingkup Individual) hal tersebut akan hadir dalam bentuk punishment ataupun reward, hal tersebut tidak lain merupakan sebuah aksi dari penstabilan dan pertanggung-jawaban prilaku, bila dalam bentuk jaringan secara keseluruhan, hal tersebut akan berdampak pada perubahan tatanan, dimana perubahan tatanan kecil, akan memberikan aksi pada tatanan kecil lainnya hingga aksi tersebut juga akan ikut merubah tatanan yang lebih besar. Konsekuensi dari berpikir dan memahami realita seperti ini adalah, kita harus bijak dalam mengambil suatu perbuatan karena perbuatan tersebut bukan hanya berdampak pada kita semata, tetapi pada seluruh tatanan jaringan yang ada disekitar kita, dengan kata lain frame berpikir kita tentang kebebasan berbuat harus dikesampingan jauh-jauh.