Hari ini, seperti biasanya, malam di sekitar warung kopi Roji bagaikan untaian kata-kata puitis. Temaram malam diteduhi bulan setengah, bila kulihat seolah-olah seperti tengah tersenyum. Senyum yang mengantung kekuningan begitu saja di tengah kegelapan langit malam. Di sekitarnya bertebaran bintik-bintik bintang-bintang kecil-kecil, seakan-akan ditempatkan di sana sebagai hiasan yang menambah kemilau semaraknya suatu perayaan kemeriahan malam. Beberapa orang lewat dan sekali-sekali mobil atau kebanyakan sepeda motor melintas, dengan deru yang tak pernah teratur. Ketidakteraturan yang penuh kejutan. Meja dan bangku warung masih meja dan bangku yang itu-itu juga, tetapi kehangatannya selalu baru, selalu menyapa tiap detik yang datang menjenguknya. Warung dipenuhi warna biru yang membuatku seakan-akan berhadapan dengan kehidupan laut dan ketinggian langit bersih. Hidup adalah proses panjang yang memaksa kita melepas kebosanan. Read the rest of this entry »
Archive for Februari 2007
PUISI P(R)OP(AGANDA) 7
In Puisi on Februari 28, 2007 at 12:35 amDari kumpulan PUISI P(R)OP(AGANDA):
Spirit, Motto SBY-Kalla, The Power of Dreams Read the rest of this entry »
PUISI P(R)OP(AGANDA) 6
In Puisi on Februari 23, 2007 at 1:46 pm—————————————–
Dari kumpulan PUISI P(R)OP(AGANDA):
National Geographic, Kecap No.1, Fabel 3 Read the rest of this entry »
PUISI P(R)OP(AGANDA) 5
In Puisi on Februari 21, 2007 at 11:12 am————————————–
Dari kumpulan PUISI P(R)OP(AGANDA):
Pernikahan dini, Westlife, Fabel 2 Read the rest of this entry »
PUISI P(R)OP(AGANDA) 4
In Puisi on Februari 18, 2007 at 2:42 am———————————————
Dari kumpulan PUISI P(R)OP(AGANDA):
Pesan Dari Surga, Lima Si(a)la(n), dan Fabel. Read the rest of this entry »
PUISI P(R)OP(AGANDA) 3
In Puisi on Februari 17, 2007 at 9:08 amDari kumpulan PUISI P(R)OP(AGANDA):
Diktator Soeharto, Patroli, Kompor, Lampu Read the rest of this entry »
Buah Pop
In Esei on Februari 16, 2007 at 7:02 am
Jujur aja, aku jarang bisa nonton. Baru akhir-akhir ini aku ada waktu buat istirahat. Kalau pun ada waktu untuk menikmati suatu hiburan audiovisual; nonton film atau siaran tv, yang aku mau tonton pertama kali itu infotaintment-gosip artis selebritis, atau sinetron remaja-dewasa, atau lihat video-video musik baru di MTV. Itulah tontonan yang menurut segelintir orang-oh maaf aku koreksi-segelintir keciiil orang sebagai tontonan yang merusak kebudayaan Indonesia. Aku tak tahu apa itu kebudayaan Indonesia. Setahuku, sejak polemik kebudayaan sastrawan Sutan Takdir Alisyahbana dengan politikus kubu Soepomo dkk tahun 1930-an, kemudian kubu seniman Lekra vs Manikebu di tahun 1960-an, kita tidak pernah merumuskan kebudayaan Indonesia secara mutlak. Itu sebabnya aku tak ambil pusing dengan gunjingan segelintir keciiiiiil orang yang merasa dirinya hakim intelektual itu. Read the rest of this entry »