stopgoblog

Archive for April 2007

Angkat Senjata!

In Puisi on April 23, 2007 at 6:34 pm

ANGKAT SENJATA

Orang membayangkan pemimpin angker itu adalah seorang yang bijak
Mereka yang mengawali cerita dari satu kematian
Lalu diakhiri pada kematian lain, kematian yang tak pernah direlakan
Ketika dia berkata melepaskan
Itu berati menangkap
Kita dia mengatakan tangkap
Itu berati melepaskan
Kegilaannya tertutupi kecerdasannya
Keburukannya ditutupi lihai bertata rias
Kebohongannya ditutupi kecekatan bersilat lidah
Kelemahannya ditutupi Lweekang, Ginkang dan Gwekang Read the rest of this entry »

Nande

In Esei on April 23, 2007 at 6:31 pm

Pagi itu kampus masih runyam seperti biasanya, Mahasiswa-mahasiswa mengemper di-pinggir luar pintu kelas yang lebih mirip dengan gerombolan partai Kaypang yang menunggu Kongcoenya untuk rapat disalah satu selokan, daripada kaum Akademisi yang menunggu kehadiran dosen untuk memulai pelajaran Read the rest of this entry »

Hal Yang Sederhana

In Esei on April 23, 2007 at 5:11 pm

Ada baiknya, sekali-kali kita menarik peran kita. Menarik peran itu seperti menyelam dalam air, jauh menyelam kedalam lalu melihat matahari dan langit yang bergoyang-goyang oleh riaknya Read the rest of this entry »

Pendeta Tanpa Gereja (7)

In Puisi on April 17, 2007 at 12:40 pm

Dari kumpulan puisi PENDETA TANPA GEREJA:
10 Perintah Read the rest of this entry »

Pendeta Tanpa Gereja (6)

In Puisi on April 14, 2007 at 7:55 am

Dari kumpulan puisi PENDETA TANPA GEREJA:
Sufi. Read the rest of this entry »

Hidupi Hidupmu

In Puisi on April 11, 2007 at 9:20 am

Jika kamu hidupi-hidupmu, untuk memperjuangkan yang lemah
Yang tertindas
Lidahmu tak akan ragu untuk mengatakan tidak
Tidak bagi setiap argument pembelaan syahwat para tiran
Dan matamu tak pernah terlengahkan
Oleh tipu-daya mereka yang mewakilkan kepentingan
Hasrat berkuasa dan arogansi liar sebagai delegasi rakyat
Read the rest of this entry »

MARI BERCINTA DENGAN ILMIAH

In Esei on April 11, 2007 at 9:04 am

        Menurut Franz Joluka, seorang Profesor Sejarah di Columbia University tingkat berkembangnya suatu per-adaban dan kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh pembudayaan bangsa tersebut dalam menerapkan pemikiran ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Jacob Walcot mengatakan dalam salah satu essay-nya “keruntuhan Uni Sovyet dan ber-akhirnya masa kejayaan romawi disebabkan menurunnya tingkat aktifitas berpikir ilmiah masyarakat”, dan hal ini juga di-kuatkan oleh Tesisnya Watson Smith yang mengatakan “bila suatu bangsa sudah terbiasa berpikir Ilmiah maka tingkat kemiskinan adalah hal yang anomali untuk ditemukan”.

Lalu apa itu berpikir Ilmiah? Menurut Joe Alan Read the rest of this entry »