aku ingin pergi ke-kuburan penyair seluruh dunia
saat dimana seluruh penyair mati terbunuh karyanya sendiri
maka hari itu adalah hari yang paling membahagiakan
detik dimana puisi dibebaskan dari genggaman kasar tangan penyair
aku ingin menjadi orang yang pertama
yang menaruh bunga diatas kuburan para penyair
ketika itu tak ada lagi puisi
puisi akan kehilangan panggilannya
melebur bersama menjadi susunan kata tak dikenal
aku menunggu kematian puisi
puisi yang kelak menjadi hantu yang tak bernama
bergentayangan sembari mencekik mati para penyair, dan bila tiba itu saat
tukang bakso akan berjualan memanggil pelanggan dengan deklamasi
remaja-remaja yang sedang jatuh cinta dapat dengan bebas
membacakan perasaannya tanpa harus mengutip puisi-puisi cinta para penyair yang terhormat
seorang dokter dapat mengantarkan kabar duka pada keluarga pasiennya
dengan bait-bait halus, tanpa harus disebut pujangga
dan aku akan membeli rokok-ku dengan perandaian-perandaian kebun bunga
hingga penjualnya geleng-geleng kepala karena tak paham
dan ketika hari itu datang maka tak ada lagi puisi
apalagi penyair
karena puisi dan penyair
adalah masyarakat besar itu sendiri
Dion Priatma
sejak kapan cysas ga bisa dibuka lagi… sejak aku sebarin alamat php-nya? wah, hebat tuh. berarti hackernya tau konflik antara aku dan leo di fordis :))
memang, tampilan cybersastra itu harus dirubah, auranya, aura emosi. Bawaan kita disana itu pasti kalau ga mau marahin orang kalau ga meng-interpretasi tulisan orang secara politis ala paranoid bin android.
bener bener mampus ya
::son of mount malang::
iya, CS sekarang udah benar2 mampus kawan. Hahaha
iya, kasian sekali
kiamat sudah dunia cs
ck ck ck
akhirnya onani di kamarnya sendiri2
sementara penyair2 kentut membuang bau kentutnya di luar sana
dunia semakin indah ya
waks!
kau tidak mencoba menciptakan bom untuk meledakan indonesia
namamu pasti nanti akan dikenang di seluruh bangsa2 di dunia
hahaha
taik!
::son of mount malang::
berteriak tapi bungkam
onani wacana berkepanjangan
tanpa satupun wadah mampu menahan
ingin terlibat tapi takut terikat
usia semangkin senja
tuntutan hidup semakin menekan
PAHAMILAH !!!
orang tua…wanita…cinta….harta….surga
ada babak berikutnya….
proses yg penting bukan hasil…
hahaahahhaahah….
gimanapun juga, jenis monyet biasanya tidak bisa menerima cara lain mengambil pisang daripada caranya sendiri. Padahal, dia harus belajar dari monyet-monyet yang lain, kalau mengambil pisang itu tidak harus dari depan tetapi bisa juga dari samping. Yah tapi memang butuh keluasan pemikiran, penghargaan dan kemanusiaan yang besar untuk memahami itu.
Daripada nanti jadinya macam demo-demo mentah, kaya letupan mercon atau petasan cabe rawit yang terang sebentar terus padam selamanya, lebih baik mengkonsepkan bom nuklir perubahan, yang sekalinya meledak dijamin perubahan akan konkrit dimana-mana.
Memang orang sekarang ini tertular dengan budaya instan, reaksioner tapi kurang mengerti situasi, praksis tanpa konsep yang jelas, akhirnya cuma jadi pelor-pelor penguasa belaka. Untuk fans besarnya Stalin hal ini bisa dimaklumi, sosialis berkedok feodalis reaksioner, lebih cocok jadi massa militan daripada kaum revolusioner atau akademis perduli perubahan.
Stopgoblog please…