Dari balik kabut pekat
Masa depanmu semakin jelas terlihat
Bila kami hujan lebat
Kau ibarat saluran sumbat
Dari balik kabut pekat
Masa depanmu semakin jelas terlihat
Bila kami hujan lebat
Kau ibarat saluran sumbat
Indonesiaku, tegakkan kakimu
Negeri yang besar ini tidak membutuhkan
tongkat untuk berdiri,
Buang tongkat import itu lalu lari
kejar dan dapatkan yang kau cari,
Apa yang bisa kukatakan
Bila tak ada yang mampu terucapkan
..
Apa yang bisa kugambarkan
Bila tak ada titik untuk memula
..
Puncak gunung debu
Tak pernah berkata-kata
..
Lembah batu
Tak menyuguhkan apa-apa
..
Suara hanya gaung desiran angin
Bukan bisikan debu
..
Gerak hanya bayang arakan awan
Bukan batu berjalan
..
Sedari tadi aku diam
Aku diam saja
..
..Karangan :
Dion Priatma
Puisi Sebagai Potret
Politik Pembebasan Manusia
Aku bukan (si)apa-(si)apa
bila dibanding kamu, Bung Presiden
Aku cuma anak muda: mudah gundah
mudah gelisah, dan mudah naik darah.
Balada Presiden Ybs
Ia adalah Presiden Ybs
atau presiden yang bersangkutan
Pada suatu hari
Ia menghadiri konser menyanyi
Aku kembali, kedalam keterbatasan ini
Aku kembali melewati perbatasan ruang pembatasan
Setelah dilindas, lalu ditindas habis, oleh setumpuk kelelahan
Read the rest of this entry »